WORKSHOP EVALUASI KURIKULUM PRODI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS WIDYATAMA

WORKSHOP EVALUASI KURIKULUM PRODI TEKNIK SIPIL UNIVERSITAS WIDYATAMA

Berkaitan dengan strategi dalam penyusunan kurikulum yang dapat menjawab kebutuhan dunia kerja dalam peradaban teknologi era 4.0 serta mengadopsi MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) program studi Teknik Sipil Universitas Widyatama menyelenggarakan Workshop dengan tema “Evaluasi Kurikulum Program Studi Teknik Sipil Universitas Widyatama”.

Workshop dilaksanakan selama satu hari yaitu pada tanggal 1 Juli 2022 bertempat di Gedung F Ruang Rapat lantai 1 Fakultas Teknik UTama. Hadir tiga narasumber yaitu Dr. Ir. Imam Aschuri. M.T. (Dosen Tetap Prodi Teknik Sipil / Rektor Institut Teknologi Nasional Periode 2012 – 2020),  Dr. Samun Haris, S.T.,M.T. (Himpunan Pengembangan Jalan, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi, Ketua DPD Jawa Barat), Dicky Arisikam, S.T.,M.T.,QRMP, IPM (Manajer Track & Bridge Maintenance Engineering PT KAI) dan Kevin Martandi Setianto, S.T.,M.T. (Direktur PT. Gratia Lab Konstruksi).

Ketua Program Studi Teknik Sipil Yanyan Agustian, S.T.,M.Sc.,Ph.D. dalam sambutannya menyampaikan dalam kondisi di era 4.0 dan MBKM ini sudah saatnya dosen bersama-sama melihat dan mengkaji bagaimana merancang kurikulum yang tepat untuk membangun kompetensi mahasiswa yang nantinya setelah lulus dapat menjawab tantangan pada dunia kerja. Selain itu, beliau menyampaikan pula bahwa Workshop Evaluasi Kurikulum ini bertujuan untuk menghasilkan luaran seperti rumusan kebijakan di tingkat program studi terkait program kerjasama kurikulum dan implementasi MBKM serta pengembangan kurikulum program studi yang mencakup perencanaan, proses pembelajaran, penilaian, dan evaluasi pembelajaran termasuk mekanisme dan prosedur konversinya, serta penjaminan mutu yang berbasis pada Capaian Pembelajaran Lulusan Program Studi.

Pada sesi presentasi dan dialog, Dr. Ir. Imam Aschuri. M.T. membahas mengenai asosiasi/badan yang dapat dijadikan untuk penyusunan kurikulum, yaitu BMPTSSI (Badan Musyawarah Pendidikan Tinggi Teknik Sipil Seluruh Indonesia). Adapun Dr. Samun Haris, S.T.,M.T. menyampaikan mengenai pasar kerja layanan jasa konstruksi berorientasi pada KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dan SKKNI (Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia). Sedangkan Kevin Martandi Setianto, S.T.,M.T. menyampaikan peran serta praktisi dalam perkuliahan terutama terkait MBKM. Dipenghujung presentasi dan dialog, Dicky Arisikam, S.T.,M.T.,QRMP, IPM. menyampaikan harus adanya titik temu antara universitas (terutama program studi) dengan stakeholder (industri).

Comments are closed.